(0274) 287 1809 rumahmesin@gmail.com

3 Bagian Daging Sapi yang Paling Empuk, Cocok Untuk Dibuat Steak  – Bagian Daging Sapi yang paling empuk bisa diolah menjadi steak atau masakan semur yang enak. Daging sapi juga merupakan sumber protein utama.Jika Anda harus mengurangi asupan lemak hewani, ada baiknya pilih bagian daging sapi yang mengandung sedikit lemak.

Tiap bagian dari daging sapi punya kandungan lemak hewani yang berbeda. Tingkat persebaran lemak di sela jaringan otot daging sapi menentukan tingkat keempukan dari daging sapi tersebut.

Sebelum benar-benar dimasak daging sapi perlu diproses agar daging lebih empuk dulu dengan berbagai cara supaya lebih nikmat disantap. Proses pengempukkan daging sendiri biasanya butuh waktu yang tak sebentar. Sedangkan, tidak semua bagian daging sapi merupakan daging yang harus diempukkan. Berikut 3 bagian daging sapi yang paling empuk. Baca juga : Cara Membuat Rendang Daging Spesial yang Enak dan Lezat.

Tenderloin (Has Dalam)

Daging has dalam atau disebut juga tenderloin adalah daging dari bagian tengah badan sapi. Karakteristik daging ini terdiri dari bagian-bagian otot utama di sekitar bagian tulang belakang dan diantara bahu dan tulang panggul. Daging pada bagian ini merupakan bagian yang paling lunak, karena pada bagian ini otot-otot jarang digunakan untuk beraktivitas. Karena daging ini merupakan bagian daging yang paling lunak, maka ada beberapa cara memasak bagian daging ini. Setidaknya ada empat cara memasak yang bisa digunakan untuk memasak daging has dalam.

Produk olahan yang sering menggunakan bagian daging ini adalah  steak. Harga dari daging ini setara dengan rasa yang dihasilkan, daging has dalam juga relatif mudah dimasak. Daging has dalam adalah menu yang sangat cocok untuk acara besar seperti perkumpulan keluarga. Satu bagian utuh dari daging has bisa dimasak untuk dimakan oleh 10 orang.

Sirloin (Has Luar)

Daging has luar atau sirloin adalah bagian daging sapi yang berasal dari bagian bawah daging tulang iga, daging ini terus sampai ke bagian sisi luar has dalam. Daging has luar adalah daging yang paling murah dari semua jenis has, karena otot sapi pada bagian has luar masih lumayan keras dibanding bagian has yang lain karena otot-otot di sekitar daging ini paling banyak digunakan untuk bekerja. Biasanya daging ini digunakan untuk membuat steak, sama seperti daging has dalam. Selain itu, daging has luar memiliki rasa daging yang lebih lezat karena terdapat sedikit lemak pada pinggiran dagingnya. Namun dengan serat daging yang banyak dan tekstur kenyal, daging has luar lebih sering direbus terlebih dahulu supaya tekstur daging empuk atau diungkep bersama dengan bumbu. Anda bisa membuat bagian sapi ini jadi asem-asem daging, rendang, dan sate sapi.

Produk olahan yang sering menggunakan bagian daging ini adalah steak, sama seperti daging has dalam. Harga dari daging has luar pun lebih terjangkau dibandingkan dengan daging has dalam karena teksturnya yang tidak seempuk daging has dalam.

Rib Eye (Iga Sapi)

Daging Iga Sapi atau rib adalah bagian dari daging sapi yang berasal dari daging di sekitar tulang iga atau tulang rusuk sapi. Bagian ini termasuk dari delapan bagian utama daging sapi yang biasa dikonsumsi oleh orang-orang. Seluruh bagian daging iga ini bisa terdiri dari beberapa iga, mulai dari tulang iga ke-6 sampai dengan tulang iga ke-12. Untuk potongan daging iga yang akan dikonsumsi bisa terdiri dari 2 sampai dengan 7 tulang iga sapi.

 

Produk olahan yang sering menggunakan bagian ini seperti, tulang iga atau short ribs, biasa diolah menjadi sop seperti sop konro. Bisa juga dimasak semur ataupun dipanggang. Rib-eye steak adalah potongan daging dalam bentuk steak, bisa dengan tulang (bone in) atau tanpa tulang (boneless). Steak yang menggunakan bagian rib-eye biasanya dipotong dalam ukuran besar. Daging bagian ini digunakan sebagai bahan dasar makanan khas Makassar yaitu Sup Konro.

Mengolah Bagian Daging Sapi yang Paling Empuk

bagian daging sapi yang paling empuk

1. Pilih Daging yang Tepat

Ada berbagai pilihan daging untuk steak. Tak hanya bentuk daging tapi juga pilihan daerah asalnya yakni Amerika Serikat, Selandia Baru dan daging lokal. Daging yang berasal dari Selandia Baru merupakan bagian daging sampi yang paling empuk, sedangkan daging lokal adalah yang paling keras. Hal tersebut disebabkan oleh perawatan sapi potong yang berbeda. Sapi di Selandia Baru biasa dimanjakan dan diberi perawatan khusus yang menghasilkan bagian daging sapi yang paling empuk. Sedangkan, sapi lokal umumnya adalah sapi pekerja.

Penting untuk menentukan tebal dan berat daging untuk steak. Biasanya pada daging impor itu lebih tebal, sedangkan daging lokal lumayan tipis. Jika anda membeli daging langsung ke tukang daging, mintalah dipotong setebal 2-4 cm saja. Jika daging terlalu tipis, daging bisa terlalu matang sedangkan jika terlalu tebal matangnya bisa lama kalau tidak memakai oven khusus untuk memanggang daging. Untuk ukuran bobot gramnya bisa disesuaikan dengan selera anda.

2. Empukkan dan Marinasi Daging

Tidak semua jenis daging harus melewati proses pengempukkan. Daging yang berasal dari Selandia Baru dan Amerika Serikat pada dasarnya sudah empuk, sehingga bisa langsung untuk dibri bumbu dan dipanggang. Kalau memakai daging sapi lokal, anda bisa mengempukkan dengan cara berikut. Salah satu yang paling ampuh dan sederhana adalah menggunakan nanas. Haluskan buah nanas dengan blender lalu rendam daging steak dalam buah nanas yang sudah dihaluskan tadi selama kurang lebih selama 30 menit. Tutupi wadah rendaman hingga kedap udara dan diamkan dalam kulkas. kemudian cuci daging hingga bersih.

Sebaiknya daging steak diberi bumbu seminimal mungkin. Supaya rasa asli dari daging terutama daging impor, tidak hilang karena kebanyakan bumbu. Kebanyakan orang memberi bumbu daging steak hanya dengan garam, merica dan minyak zaitun. Jika masih terasa hambar tambahkan garam, lada, kecap, dan bawang putih bubuk.

Kemudian tusuk daging secara asal di beberapa sisi supaya bumbunya meresap. Taburkan garam, merica, dan lain-lain merata pada semua sisi daging. Letakkan daging dalam wadah kedap udara agar bumbu menyerap sempurna dan simpan dalam kulkas setidaknya selama 30 menit dan maksimal 1 malam. Taruh daging langsung diatas nampan jika Anda ingin memaksimalkan rasa daging.

3. Panggang Daging Dengan Wajan

Memanggang steak menggunakan wajan datar adalah cara yang paling mudah dan praktis, supaya hasil panggangan maksimal, gunakan wajan panas. Gunakan wajan besi jika ingin hasilnya sempurna, namun tidak masalah jika menggunakan teflon sekalipun.

Panaskan minyak atau margarin dalam wajan dengan api sedang, kemudian Masukkan daging steak secara perlahan dan panggang hingga matang sesuai selera Anda.

Tingkat kematangan daging steak secara umum adalah rare, medium rare, medium, medium well, dan well done, perhatikan waktu memasaknya sebagai berikut.

 

Rare memerlukan waktu pemanggangan 2 menit 30 detik per sisi daging.

Medium rare memerlukan waktu pemanggangan 3 menit 30 detik per sisi daging.

Medium memerlukan waktu pemanggangan 4 menit per sisi daging.

Kematangan medium well memerlukan waktu pemanggangan 5 menit per sisi daging.

Well done memerlukan waktu pemanggangan 6 menit per sisi daging.

Keterangan di atas untuk steak dengan tebal 3,5 sampai dengan 4cm.

4. Diamkan Steak Setelah Dimasak

Sebagian besar makanan memang paling enak jika disajikan selagi panas, termasuk pula daging steak. Tetapi akan lebih baik jika daging steak didiamkan dulu setelah diangkat dari wajan. Tujuannya agar cairan dari daging atau juice tertahan di dalam daging. Jika tidak didiamkan, maka daging steak yang masih panas akan memiliki tekstur luar masih basah, sehingga terlihat kurang cantik disajikan.

Semakin sebentar steak dimasak, maka semakin lama waktu mendiamkannya. Jika Anda memasak daging steak rare, maka waktu mendiamkannya kurang lebih 5 menit sebelum disajikan. Sedangkan pada daging steak well done cukup 1 menit saja sebelum disajikan.

Bagian Daging Lain yang Tak Kalah Lezat

Steak murupakan salah satu olahan dari daging sapi. Masakan lain pun seperti rendang tak kalah rasanya dengan steak. Daging sapi pun memiliki kualitasnya masing-masing, dan tiap kualitas tersebut memiliki harga yang berbeda-beda pula.

Daging Kobe

Daging sapi ini berasal dari sapi  di kota Kobe, Jepang. Selama ini, sering beredar kabar bahwa daging Kobe dihasilkan karena sapi mereka diberikan perawatan yang cukup wah, seperti sering dipijat, rambutnya disisir dengan sake dan diberi minum bir selama sekali sehari.

Ternyata, semua hal itu tidak benar. Kelezatan pada daging Kobe berasal dari sapi yang memang memiliki daging yang sangat berkualitas dan diberi campuran rumput, jerami, kacang kedelai, gandum, jelai dan jagung. Semua hal ini dilakukan supaya daging sapi terasa empuk, penuh rasa dan memiliki jumlah lemak yang pas agar memiliki tekstur yang lembut. Harga per 100 gram daging sapi Kobe adalah US$ 23 atau sekitar Rp 349 ribu.

Daging Wagyu Amerikat Serikat

Daging sapi wagyu dari Amerika Serikat ternyata tidak terlalu berbeda jauh dari daging sapi wagyu Jepang. Daging sapi ini berasal dari sapi wagyu yang diimpor dari Jepang dan dibesarkan di Amerika Serikat meskipun jumlahnya tidak banyak. Daging wagyu Amerika dijual seharga US$ 125 atau Rp 1, 9 juta per 1,7 kg.

Tenderloin

Pada sapi kebanyakan, bagian paling mahal adalah tenderloin atau daging has dalam. Hal ini karena bagian daging ini lebih jarang digunakan dibandingkan bagian tubuh lainnya. Sehingga menghasilkan daging yang lebih lembut dibandingkan bagian tubuh lainnya saat dimakan. Tenderloin atau has dalam biasanya dibanderol harga US$ 26 atau Rp 395 ribu untuk 453 gram (1 pounds).

Filet Mignon

Bagian daging sapi lain yang dianggap lebih lezat dari tenderloin atau has dalam adalah filet mignon. Hal ini disebabkan karena filet mignon berasal dari bagian ujung tenderloin, sehingga dagingnya teramat sangat lembut. Karena kelembutan teksturnya, daging ini bisa dipotong hanya dengan garpu. Biasanya, daging ini bisa ditemukan di restoran kelas atas.

Daging bagian ini biasanya memiliki harga yang paling mahal diantara semua bagian daging sapi. Harga filet mignon adalah US$23 atau Rp 349 ribu untuk 453 gram.

Porterhouse

Porterhouse berasal dari daging bagian tenderloin dan T-Bone, sehingga menyisakan tulang ditengahnya. Meskipun begitu, daging porterhouse mempunyai bagian tenderloin yang lebih besar dibandingkan T-Bone. Tulang pada bagian porterhouse ini juga berguna untuk menguatkan cita rasa daging. Daging ini dibanderol dengan harga US$ 14 atau Rp 212 ribu per 453 gram.

T-Bone

Walaupun harga dari T-Bone tidak semahal filet mignon, T-Bone tetaplah mahal di restoran kelas atas. Daging bagian ini datang dari ujung tenderloin sapi, maka dijamin daging bagian ini juga sangat empuk ketika dimakan. T-Bone biasanya memiliki harga yang sama dengan porterhouse, sekitar US$ 14 atau Rp 212 ribu per 453 gram.

Bone-in Ribeye

Bagian Bone-in Ribeye juga sangat empuk untuk dikonsumsi. Karena daging bagian ini diambil dari bagian atas tulang rusuk sapi yang jarang digerakkan. Jika tulang iga sapi juga diolah bersama dengan ribeye, rasa yang dihasilkan akan sangat lezat. Bone-in Ribeye dijual seharga US$ 22 atau Rp 334 ribu untuk 453 gram.

Itulah 3 bagian daging sapi yang paling empuk beserta cara memasak steak menggunakan ketiga daging tersebut. Selain rasa yang enak, tentunya harus diimbangi dengan sayur dan buah-buahan supaya kita mendapatkan asupan gizi yan